Indah Putri : Phrase Seize the Day

Lusa Lalu lampu Lampion Leleh Lagi

The Spirit September 23, 2009

Filed under: catatan hidup — indahpratiwiputri @ 8:10 pm

I thought I was a dreamer.

I thought I was a speaker.

And until yet… I realize… I am more than a dreamer or speaker.

I am a spirit.

Like a sun.

Burn out all the part of universe.

In a one time, I become a light.

I made everybody could see anything.

In a one time, I fade away.

It doesn’t meant the spirit go away.

The sun goes to be a defeater for the moon.

And let the moon take his part.

The sun will not get away from the moon.

The sun promises to give the light reflection to the moon until the universe rotating.

 

 

 

 

11 Agustus 2009

Pamulang

[ For Papa… in one month after you go away ]

 

 

 

 

 

 

 

 

And She’s Now… September 23, 2009

Filed under: Uncategorized — indahpratiwiputri @ 7:42 pm

She said the world is never on there.

He said “Just please… Stop it, I would never there.”

He said no more.

She said so many reasons were only faults.

She’s asking him to be a liar.

He rejects it!

And she’s flying away now.

Flying like he ever did.

1 July 2009

Pamulang

[ I already at home and this is the declaration]

== a past-that-still-last-on-my-phone-poem ==

 

The Language of Season August 18, 2009

Filed under: Lukisan Hati — indahpratiwiputri @ 11:39 am
Tags: ,

 

Hey .. Do you remember what you said, that “No sunny day is good enough?”

Yeah.. you are so right.

I felt it.

Even, I was there.

 

When the rain already stopped falling,

My happiness also wiped out and slowly went to their new positions, under my shadow.

They rejected the up position and their existence.

They said they will come out again when the sun fades away.

 

And you know what?

They said… they also need the rain.

Since after the rain, there is always a rainbow.

And then, I remember how you ever told me how you adore the rain.

Then, I realize your words are pretty sweet enough to cheer me up.

Then, I turn my perception.

Sunny or rainy.. It’s a matter of how you feel it.

It’s a matter of how you believe the happiness inside of them.

 

Now, I understand, of what you said that “every season speaks with different language rite?”

 

 

 

Pamulang, 14 Agustus 2009

 

Decide August 12, 2009

Filed under: Uncategorized — indahpratiwiputri @ 6:18 pm
Tags: ,

Let it fly away and then let it flow

Or Let it flow and then let it fly away.

That’s how you decide!

Step by step or instantly.

Genuine or imitation.

Pret a porte or couture.

Let your intuition find it.

Don’t listen to people instead of don’t hear anyone voice..

You decide!

Then, crashed by crush or crushed by crash.

Killed by the time or killing the time.

The things are not about other but you.

So, you decide!

(Pamulang, 13 Agustus 2009 – damn i’m so insomniac!!

 

Jumat Terbaik August 12, 2009

Filed under: Lukisan Hati — indahpratiwiputri @ 5:58 pm
Tags: ,

Insomnia kumat.. apa yg harus saya lakukan? arrrggh.. ga ada ide.. jadilah saya membuka arsip – arsip yang ngga keurus.Eh taunya,ada cerpen saya yang isinya kok “lagi menjadi pembicaraan hangat di dalam hati saya dengan logika saya”. Enggak pake panjang lebar,tanpa revisi banyak (saya tahu masih banyak kekurangannya), saya publish deh..Oia, bahkan judulnya pun baru saya karang pas posting disini…


Jumat Terbaik

 

 

Jum’at, 18 April 2008

10:51:18

Wanita itu membalikkan tubuhnya. Siang itu gerimis. Tapi matahari pun ambil bagian dalam memberikan teriknya.

Hampir lima belas menit wanita itu terdiam setelah membalikkan tubuhnya. Tak satu langkah pun dilakukannya. Kerabat di dekatnya tak henti – hentinya mengajaknya untuk meninggalkan pemakaman. Namun, wanita itu tidak memberikan bahasa tubuh apapun.

Dan air langit pun tak turun lagi.

“Kamu harus tegar dan kuat. Kalau kamu tak ikhlas, langkahnya hingga ke sisi Tuhan pun sulit, nak” Ibu dari wanita itu meyakinkannya dengan usapan tangan di punggung belakang.

Wanita itu tidak menitihkan air mata sedikit pun. Namun, wajah tanpa ekspresinya tak memberi arti keikhlasan. Matanya kosong dan tarikan nafasnya lemah. Pikirannya melayang ke kejadian sebelum – sebelumnya.

**

Jum’at, 18 April 2008

02:18:20

“Dua belas jam, Ra… Aku nunggu kamu! Dan kamu? Kamu terlihat bahagia membagi pelukan dengan Anton! Gila kamu! Dia sahabatku!”

“Dengar dulu penjelasanku, Han…” Nada Nara melemah, terdengar seperti menahan emosi.

“Iya, apa penjelasanmu?” Kali ini, Handi menatap Nara dengan tatapan kecewa. Sepertinya, marah dan cemburu Handi telah bertransformasi menjadi kecewa.

Nara menarik nafas dan mulai menjelaskan alasannya. Setiap akhir kalimatnya selalu diakhiri dengan menarik nafas panjang. Adu mulut pun terjadi.

“Han… kamu maafin aku kan? Dan tidak akan menganggap aku selingkuhkan?” Nara mengiba.

“Entahlah, Ra…Biarkan aku memikirkan masalah ini di rumah. Aku pulang dulu.” Handi terlihat malas menanggapi ucapan Nara.

“Han… “

“Aku sudah nggak kuat memikirkannya Ra… Sekarang aku penuh dengan rasa emosi. Kalau kamu paksa aku sekarang berpikir untuk maafin kamu, yang ada aku emosi.”

“Tapi, besok kita akan baik – baik saja kan?”

“Ra..Please! Don’t push me at all.” Handi pergi meninggalkan Nara. Jam dinding sepertinya mengambil alih perhatian dari sunyinya keadaan.

Nara membiarkan Handi pergi tanpa memaksa. Keningnya mengkerut. Kakinya melangkah untuk melihat ke arah luar jendela. Memastikan Handi masuk ke dalam mobilnya.

Handi berjalan menuruni anak tangga dengan langkah cepat. Kepalan tangannya terlihat menunjukkan emosinya yang besar. Rahang dagunya semakin terlihat lancip diantara remangnya cahaya.

Tarikan nafas sepertinya tak terdengar sama sekali hingga memasuki mobil. Tak sampai semenit, mobil Handi berjalan dengan cepat dan meninggalkan parkiran kantor Nara.

Nara bergegas mengambil ponselnya dan sepertinya langsung memencet last dialled.

“Anton…kamu nggak apa – apakan?” Tanya Nara dengan nada manja. Selang beberapa menit tawa pun memedar di seluruh ruang kantor Nara.

**

Jum’at, 18 April 2008

02:40:29

Tangan Handi tetap di stir dan pegangan gigi mobil. Tatapannya tetap lurus di depan, menghadap jalan. Ponselnya berdering. Namun, tak dihiraukannya. Berkali – kali ponselnya berdering tetap tidak dihiraukannya.

“Tau tuh Handi..Udah gila kali yah dia. Sudahlah…paling besok pagi, kita sudah baikan. Seperti biasanya. Handi itu gampang dibohongin kok, Ton… Tenang aja. Tapi, kalau seandainya besok aku nggak bisa baikan sama Handi, yah sudahlah…nggak apa – apa juga. Yang pentingkan aku ama kamu…” Suara Nara semakin terdengar memanja. Percakapan pun berlanjut menandakan semuanya baik – baik saja.

Lampu merah diterobos oleh Handi dalam guyuran hujan yang deras. Kecepatan mobilnya sudah diatas ketidakwajaran. Tiba – tiba, Handi harus mengerem mobilnya mendadak. Lampu merah di perbatasan rel kereta api menyala dan palang menutup dengan cepat. Hentak memaki pun terlontar dari mulutnya. Ponselnya terus berdering.

“Halo Greg. Gue lagi ngejar Anton nih. Ntar gue telf lo.” Ponsel pun dimatiin.

Namun, tak selang beberapa detik, Handi mengambil ponselnya kembali lalu menghubungi Greg. Dan Nara?

“Ya udah kita nggak usah ketemuan lagi malam ini. Hehehe… daripada ketauan sama Handi lagi. Nggak enak ke gap kayak tadi. Untung kamu buru – buru kabur. Jadi, nggak pakai acara berantem. Iya, hati – hati yah kamu. Aku juga sayang kamu… (hening beberapa detik disusul suara plastik yang diremas –remas tak jelas)”

“Anton, kamu ngapain sih? masih dengerin aku nggak? Anton…!!!” Tak ada jawaban dari Anton. Perasaan Nara mendadak tak karuan. Nara berusaha menghubungi Anton berkali – kali tapi ponselnya tak ada jawaban.

**

 

Jum’at, 18 April 2008

02:53:29

Nara bergegas keluar kantor. Menunggu taksi yang lewat. Tak sampai 15 menit menunggu, hujan deras mengguyur tanah. Agak susah menemukan taksi di tengah malam ini di depan kantor Nara.

“Han… Gue bisa jelasin sama lo semuanya!!” Akhir kalimat yang terlontar dari mulut Anton menjadi kelanjutan dari emosi Handi. Secara bertubi – tubi pukulan demi pukulan tepat mengenai Anton.

Anton berusaha untuk menghindar dari pukulan Handi. Rasanya tubuhnya sudah kehabisan tenaga namun setiap kali pukulan Handi mengarah ke Anton, badannya seperti mempunyai kekuatan. Kakinya melangkah perlahan – lahan lalu berlari ke bawah menuju restoran miliknya. Semua pengunjung ketakutan melihat kejadian ini. Mereka berhamburan keluar restoran sambil berteriak.

“Handi…please…kita bisa selesaikan masalah ini baik – baik.” Teriaknya sambil mengarahkan pisau yang diambil dari salah satu meja.

Handi tidak mengucapkan kalimat apapun. Tangannya pun tak mau kalah mengambil botol minuman keras yang terbuat dari kaca lalu berjalan sambil memecahkan botol tersebut seperti di film – film action. Anton lalu beranjak keluar dari restorannya. Tak ada satu pun yang membantu melerai perkelahian ini. Bahkan, satpam dan preman yang sering menjagai restoran Anton pun tak berani menghampiri perintah Anton untuk membantu melerai.

Nara akhirnya mendapatkan taksi. Tak lama berselang, ponselnya berbunyi. Nama Greg muncul di layar ponsel. Pembicaraan menjadi serius.

“Handi mau membunuh Anton, Ra…” Nada suara Greg terdengar semakin tinggi.

“Pengkhianat lo!!” Teriak Handi.

**

Jum’at, 18 April 2008

03:21:09

“Prang!” Botol minuman keras yang dipegang oleh Handi akhirnya mengenai kepalanya sendiri. Anton menahan dirinya dari serangan Handi dengan mengambil botolnya. Handi melawannya dan Anton dengan spontan mengarahkan botol minuman keras tersebut ke kepala Handi. Dan seperti memang nasib, pisau yang dipegang pun mengenai leher Handi.

Nara turun dari taksi dengan basah kuyup. Air matanya tak akan terlihat karena air hujan telah memenuhi wajahnya. Dalam pikirannya kini hanya ada potongan – potongan kejadian – kejadian sebelumnya. Badannya seperti habis tersengat listrik. Lemas.

Darah yang keluar dari kepala Handi pun ikut mengalir seiring arus air hujan yang jatuh di tanah. Semua pengunjung restoran milik Anton terlihat tegang. Semua seperti mematung. Sebagian dari pengunjung wanita menutup mata dan mulutnya. Seorang ibu langsung memeluk anaknya. Perkelahian yang hanya terjadi kurang dari setengah jam itu membuat akhir yang tak akan terlupakan bagi semuanya. Menciptakan trauma tersendiri dan mengisi ruang kepala.

Greg berlari ke arah Nara. Mereka berdua menghampiri Handi yang sudah terkapar tak berdaya. Nara terduduk di samping Handi. Memastikan bahwa nafas itu masih ada.

Selang beberapa menit, mobil polisi sudah datang ke tempat mereka berkumpul. Nara tak henti – hentinya menangis.

***

“Hayo Nak..kita pulang.” Wanita itu mengikuti ajakan ibunya. Kepalanya rasanya masih ingin menengok ke belakang punggungnya, pemakaman terakhir orang yang telah dikhianatinya, Handi. Niatnya urung. Kakinya terus melangkah.

Tak lama setelah meninggalkan pemakaman, wanita itu mendapatkan pesan singkat. Yang janggal adalah pesan singkat itu dikirim oleh Hpnya Handi yang jarang aktif.

Mudah – mudahan, Jumat ini adalah Jumat terbaik untukku.

Kamis dimana aku akan mengetahui bahwa cinta itu ada.

Sender:

My Handi 2

+6281……

Sent:

10:51:18

19 April 2008


 

Pikiran Nara kembali ke dalam potongan – potongan masa lalu. Seharusnya, Jumat itu adalah hari dimana Handi ingin mengajaknya untuk merayakan hari ulang tahun Nara yang tertunda. Jumat itu pada akhirnya memberi kesaksian pada Handi bahwa cinta itu tidak ada pada Nara.

Indah Putri

koleksi 2008

——————————————————————————————-

Dan kesimpulan saya adalah…. Syukurilah suatu hubungan. Maka, apapun yang kurang dengan pasangan kita tidak akan menjadi permasalahan dan jika merasa sudah tidak sehat (memang karena tidak sehat, bukan karena mengada-ada, selesaikan secara baik – baik. Bukan dengan selingkuh. Itu esensi dari Cinta. Belajarlah untuk mencintai dan dicintai.

——————————————————————————————-

 

bisik-adaptasi-tak terdefinisi-antara (at the end) July 23, 2009

Filed under: Lukisan Hati — indahpratiwiputri @ 9:44 am

Lalu.. mereka pelan – pelan berencana. Mereka mulai menemukan dunia mereka masing – masing dan kembali ke status awal.

[Kali ini, suara angin yang menjadi perantara bagi Jarak dan ruang terpisah]

Menekankan pada titik lalu tersenyum lega. Tak ada pembicaraan. Semua tekstual. Memberi penekanan. Dan kali ini memagarkan agar celah dapat langsung beradaptasi.

[Masih di jarak dan ruang terpisah. Dan memberi kias pada gelap malam yang menjadi saksi]

Sesuatu hilang. Sesuatu kosong. Sesuatu yang tak-terdefinisi ikut bergabung dengan perbedaan nuansa. Sesuatu ditengah antara jarak dan ruang itu.

[Menunggu untuk sampai. Berimaji tentang esok. Berimaji sendiri]

bisik-adaptasi-tak terdefinisi-antara

[Mereka mulai menghiraukan. Memberi arti pada definisi. Melanjutkan definisi. Sendiri]

 

Kemang, 02 Juli 2009

 

Don’t worry to have a dream… “OH! THE PLACES YOU’LL GO!!” July 7, 2009

Filed under: Uncategorized — indahpratiwiputri @ 10:18 am

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca postingan note temen kantor lama (Nike) di fb. Well, mungkin karena kondisi diri lagi di “down moment” baca note-nya berasa banget. Well, i just wanna post it, if sumday (mudah2an nggak) gw di down moment. Ya mudah – mudahan bisa buat motivasi bagi yang lain juga…

 

Congratulations!
Today is your day. You’re off to Great Places! You’re off and away!
You have brains in your head. You have feet in your shoes. You can steer yourself any direction you choose. You’re on your own. And you know what you know. And YOU are the guy who’ll decide where to go. You’ll look up and down streets. Look ‘em over with care. About some you will say, “I don’t choose to go there.” With your head full of brains and your shoes full of feet, you’re too smart to go down any not-so-good street. And you may not find any you’ll want to go down. In that case, of course, you’ll head straight out of town.
It’s opener there in the wide open air. Out there things can happen and frequently do to people as brainy and footsy as you. And when things start to happen, don’t worry. Don’t stew. Just go right along. You’ll start happening too.

OH! THE PLACES YOU’LL GO!

You’ll be on your way up! You’ll be seeing great sights! You’ll join the high fliers who soar to high heights. You won’t lag behind, because you’ll have the speed. You’ll pass the whole gang and you’ll soon take the lead. Wherever you fly, you’ll be the best of the best. Wherever you go, you will top all the rest.

Except when you don’t. Because, sometimes, you won’t.

I’m sorry to say so but, sadly, it’s true and Hang-ups can happen to you. You can get all hung up in a prickle-ly perch. And your gang will fly on. You’ll be left in a Lurch. You’ll come down from the Lurch with an unpleasant bump. And the chances are, then, that you’ll be in a Slump. And when you’re in a Slump, you’re not in for much fun. Un-slumping yourself is not easily done.

You will come to a place where the streets are not marked. Some windows are lighted. But mostly they’re darked. A place you could sprain both your elbow and chin! Do you dare to stay out? Do you dare to go in? How much can you lose? How much can you win?

And IF you go in, should you turn left or right…or right-and-three-quarters? Or, maybe, not quite? Or go around back and sneak in from behind? Simple it’s not, I’m afraid you will find, for a mind-maker-upper to make up his mind.

You can get so confused that you’ll start in to race down long wiggled roads at a break-necking pace and grind on for miles across weirdish wild space, headed, I fear, toward a most useless place. The Waiting Place … for people just waiting. Waiting for a train to go or a bus to come, or a plane to go or the mail to come, or the rain to go or the phone to ring, or the snow to snow or waiting around for a Yes or a No or waiting for their hair to grow. Everyone is just waiting.
Waiting for the fish to bite or waiting for wind to fly a kite or waiting around for Friday night or waiting, perhaps, for their Uncle Jake or a pot to boil, or a Better Break or a string of pearls, or a pair of pants or a wig with curls, or Another Chance. Everyone is just waiting.

NO! That’s not for you!

Somehow you’ll escape all that waiting and staying. You’ll find the bright places where Boom Bands are playing. With banner flip-flapping, once more you’ll ride high! Ready for anything under the sky. Ready because you’re that kind of a guy!

Oh, the places you’ll go! There is fun to be done! There are points to be scored. there are games to be won. And the magical things you can do with that ball will make you the winning-est winner of all. Fame! You’ll be famous as famous can be, with the whole wide world watching you win on TV.

Except when they don’t. Because, sometimes, they won’t.

I’m afraid that some times you’ll play lonely games too. Games you can’t win ’cause you’ll play against you. All alone!

Whether you like it or not, Alone will be something you’ll be quite a lot.

And when you’re alone, there’s a very good chance you’ll meet things that scare you right out of your pants. There are some, down the road between hither and yon, that can scare you so much you won’t want to go on. But on you will go though the weather be foul On you will go though your enemies prowl On you will go though the Hakken-Kraks howl Onward up many a frightening creek, though your arms may get sore and your sneakers may leak.

On and on you will hike and I know you’ll hike far and face up to your problems whatever they are. You’ll get mixed up, of course, as you already know. You’ll get mixed up with many strange birds as you go. So be sure when you step. Step with care and great tact and remember that Life’s a Great Balancing Act. Just never forget to be dexterous and deft. And never mix up your right foot with your left.
And will you succeed? Yes! You will, indeed! (98 and 3/4 percent guaranteed.)

KID, YOU’LL MOVE MOUNTAINS!

So …. be your name Buxbaum or Bixby or Bray or Mordecai Ali Van Allen O’Shea, you’re off to Great Places!

Your mountain is waiting. So…get on your way!

 

Walaupun note diatas dimaksud buat memotivasi kita utk “move”, ga ada salahnya jugakan note diatas memotivasikita untuk bermimpi.

Semua orang berhak untuk mempunyai impian, berjalan diatas impian, lalu berusaha menggapainya. Namun, semua perjalanan meraih impian, tidak akan indah jika tidak ada cerita tak bahagia didalamnya. Kerikil, tantangan, hambatan, apapun namanya…adalah hal yang akan membuat kita akan terus termotivasi untuk belajar dan memahami perjalanan hidup. Cerita tak bahagia justru akan membuat sebuah cerita akan jauh lebih indah jika dilalui dengan ikhlas dan sabar. Dan tentunya, suatu saat nanti.. ketika impian sudah diraih ataupun tidak dapat diraih, semua akan tampak sempurna.

Tidak harus esok impian datang. Terkadang, kita butuh pause sejenak untuk mengharapkan mimpi itu datang. Sambil pause mimpi pertama, ga akan ada salahnya untuk bermimpi yang lain.

But if we start dreaming now. Lord knows we’ll never leave the clouds. [Out of Time - Blur]

 

 

Kemang-07 Juli 2009.

[Supposed at this date, i celebrate something with him.. But, i still dreaming now. First dream is someday we re-celebrate it. Second one is i'll gonna celebrate with another]

 

bisik-adaptasi-tak terdefinisi-antara May 20, 2009

Filed under: Lukisan Hati — indahpratiwiputri @ 7:25 am
Tags:

Lalu.. mereka sibuk berbisik – bisik. Mereka mulai menamai dunia mereka dan memberi status.

[violin mengalun di telinga masing – masing. Jarak dan ruang terpisah]

Memberi koma lalu tersenyum malu. Melanjutkan perbincangan lagi. Mulai bercerita tentang masing – masing. Memberi pengenalan. Memberi sebuah celah untuk beradaptasi.

[Masih di jarak dan ruang terpisah. Dan memberi kias pada gelap malam yang menjadi pelita]

Sesuatu terbang. Sesuatu merasuk. Sesuatu yang tak-terdefinisi ikut bergabung. Sesuatu ditengah antara jarak dan ruang itu.

[Membolak – balikan badan. Berimaji tentang esok. Berimaji untuk tersenyum bersama]

bisik-adaptasi-tak terdefinisi-antara

[Mereka mulai tertawa lagi. Memberi arti pada definisi. Melanjutkan definisi]

Kemang – 11.05.2009

 

About Us May 11, 2009

Filed under: Lukisan Hati — indahpratiwiputri @ 6:03 am
Tags: ,

I’m looking up the sky in this night.

It’s so late night…

The thunder trying to out the sound silently.

That’s turning out in my heart.

Then, gratitude so loudly is speaking in my mind.

Please giving me something he can feel about me, GOD.

About me, GOD.

About love.

 

The rain has not just falling down but also watching us.

Just giving me something to be strength, GOD

Be in loved.

 

The sentences are not only talking to bear out.

Talking about us.

The sentences about us.

About love.

 

[just about the past]

 

You are so seems like them May 8, 2009

Filed under: Lukisan Hati — indahpratiwiputri @ 9:54 am

loser2I feel like living in sorrow.

Endursing the sacrifice.

Purifying the time.

Meanwhile, they’re still in a head.

 

Jumping and crossing the line.

Healing the pain.

Digging the graveyard.

Then, they’re laughing for glory.

 

Sea like an ocean.

Hill like a mountain.

Both are seems too big and gosh.

While, they’re loading the gold and setting up their land.

 

In the middle of them, i see you.

I will not going to punch my self since it all my mistakes.

I rather to be the silent one.

Silent to out.

Silent to fade.

Until, you and them…

Never see me anymore.

 

Indah

In the beginning of May 2009